HomeBeritaBIKE TOURISM, B2W PURWOKERTO Keliling Banjoemas Kota Lama

BIKE TOURISM, B2W PURWOKERTO Keliling Banjoemas Kota Lama

Sabtu (11/09/2021) Bike to Work Korwil Purwokerto mengadakan kegiatan Ghatering Pengurus B2W Purwokerto. Kegiatan ini diikuti ±20 orang peserta dengan Titik Kumpul di Pittshop Sawangan, Purwokerto. Rombongan start pada pukul 06.30 WIB . Gowes kali ini merupakan lanjutan program BIKE TOURISM yang digalakkan oleh B2W Purwokerto .

Ketua B2W Purwokerto, Dr. Nurul Hidayat bersama pengurus B2W Purwokerto menuju Kawasan Banjoemas Kota Lama

Ketua B2W Purwokerto Dr. Nurul Hidayat atau yang biasa di kenal Nurul ENHA menyampaikan “Kegiatan bersepeda bersama ini merupakan kegiatan rutin, tidak hanya sekedar olahraga namun kegiatan ini juga sebaga sarana melaksanakan salah satu program Kebike-an B2W Purwokerto yaitu Bike Tourism, dimana B2W Purwokerto turut serta meng eksplor lokasi-lokasi wisata apa saja yang ada di kabupaten Banyumas”.

Jalur yang ditempuh pada perjalanan kali ini yaitu mulai dari Titik Kumpul di Sawangan, menuju ke Patikraja, hingga melewati Jembatan Merah Patikraja. Tepat di pertigaan Gunungan Wayang belok kiri kearah timur menuju desa Papringan Kec. Banyumas .

Memasuki wilayah Kecamatan Banyumas, dimulailah kegiatan utama pada hari ini, yaitu BANJOEMAS BIKE TOURISM .

Spot Pertama berada di Desa Papringan. Rombongan melewati Dermaga Wisata Air S. Serayu dan juga Pusat Galeri Batik Papringan . Kedepannya, dermaga ini akan menjadi salah satu halte transportasi air di Sungai Serayu. Pelabuhan (Halte) Utama rencananya tahun depan akan dibangun di Desa Kedunguter, Banyumas .

Spot berikutnya, kawan-kawan B2W Purwokerto melewati track yang sedikit menanjak. Menuju kawasan Makam Bupati Banyumas atau dalam buku biasa tertulis “Astana Redi Bendungan”. Sama seperti di Jogja yang memiliki Astana Imogiri yang menjadi Kompleks Pesareyan Khusus Raja Mataram. Banyumas juga memiliki Kawasan atau Kompleks Pesareyan Khusus Bupati Banyumas.

Disini rombongan berhenti di depan Makam Utama yaitu Pesareyan Kangjeng Adipati Warga Utama II atau Kangjeng Adipati Mrapat atau biasa dikenal juga dengan nama R. Djaka Kahiman . Panjenengandalem R. Djaka Kahiman adalah Pendiri sekaligus Bupati Banyumas 1 (Pertama) . Setiap tahunnya pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas, Bupati dan Wakil Bupati Banyumas yang menjabat rutin melaksanakan kegiatan Ziarah ke Makam Pendiri Kabupaten Banyumas ini .

Spot berikutnya adalah Pesareyan Panjenengandalem Raden Tumenggung Yudanegara II, beliau merupakan Bupati Banyumas ke-7 . Pada masa pemerintahan R.T. Yudanegara II pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas dipindahkan dari Alas Mangli ke Geger Duren (Sekarang Kompleks Kantor Kec. Banyumas). Pendhapa Si Panji Banyumas dan Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas juga didirikan pada masa pemerintahan Panjenengandalem Raden Tumenggung Yudanegara II . Di kompleks ini juga dimakamkan Bupati Purbalingga Pertama serta R. M. Margono Djojohadikusumo pendiri BNI sekaligus kakek dari Bapak Prabowo Subianto.

Dari Astana Redi Bendungan, rombongan mengayuh kembali sepeda menuju kawasan Mangli dan Pohon Tembaga .

Pohon Tembaga ini merupakan Pohon Langka dan belum ditemukan pohon lain yang sejenis di tempat lain .

Pohon Tembaga ini berkaitan dengan wisik/Ilham yang konon diterima oleh Kangjeng Adipati Mrapat yaitu untuk membangun Pusat Pemerintahan Baru di Kawasan yang berada sebelah Barat laut desa Kejawar yang disana terdapat Pohon Tembaga. Bisa Kata Kuncinya pada saat itu pohon ini sudah ada, dan usia Kab. Banyumas sekarang sudah 450 tahun . Maka pohon Tembaga ini usianya lebih dari 450 tahun.

Pohon TEMBAGA Banyumas

Nama Tembaga sendiri kemungkinan diambil dari warna Kayu pohon ini yang sedikit berwarna kuning kemerahan seperti warna tembaga .

Setelah cukup lama berada di Kompleks Tembagan, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Kawasan Ring 1 .

Spot yang di Kunjungi adalah Masjid Agung Nur Sulaiman, masjid ini didirikan pada tahun 1755. Saat ini status Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas sebagai Cagar Budaya memiliki signifikansi atau tingkat Cagar Budaya “Nasional”.

Pengurus B2W Korwil Purwokerto, berfoto di halaman Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas

Spot Banjoemas Bike tourism yang terakhir adalah Kompleks Pendhapa Si Panji Banjoemas Kota Lama, disini kawan-kawan B2W Purwokerto dapat melihat Bangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten Banyumas yang ke II . Setelah dipindah dari Alas Mangli . Bangunan yang ada sekarangtelah mengalami perubahan kurang lebih pada kurun waktu tahun 1890an .

Di kawasan ini juga terdapat Rumah Lengger Banyumas yang menjadi Pusat Dokumentasi Lengger Banyumasan, kemudian Taman Sari Banyumas, dan yang terakhir adalah Museum Wayang Banyumas .

Taman Sari Banjoemas Kota Lama

Di Museum Wayang Banyumas, pengunjung dapat melihat ratusan koleksi wayang Gagrag Banyumasan, Surakarta, Yogyakarta, serta ada wayang Golek dan Wayang Potehi . Begitu memasuki museum pengunjung disambut seperangkat gamelan ageng lengkap dengan kelir yang membentang di hadapan pengunjung .

Sekira pukul 11.00 WIB, rangakaian Banjoemas Bike Tourism berakhir dan rombongan kembali mengayuh sepeda menuju Purwokerto .

Salam Sehat,
Setiap Hari, Hari yang BIKE

Leave a comment